• Senin, 8 Agustus 2022

Komisi V DPR RI Dorong Bendungan Mujur Jadi Proyek Strategis Nasional

- Jumat, 1 Juli 2022 | 09:21 WIB
Komisi V DPR RI Kunjungan Kerja Spesifik membahas progres pembangunan Bendungan Mujur di Lombok Tengah, NTB, pada Kamis, 30 Juni 2022. (Foto : Najamudin Annaji )
Komisi V DPR RI Kunjungan Kerja Spesifik membahas progres pembangunan Bendungan Mujur di Lombok Tengah, NTB, pada Kamis, 30 Juni 2022. (Foto : Najamudin Annaji )

MATARAM, NTBPOS.com - Komisi V DPR RI menggelar Kunjungan Kerja Spesifik terkait pembangunan Bendungan Mujur di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 30 Juni 2022.

Kunker spesifik akan berlangsung hingga 2 Juli sebagai bagian dari upaya akselerasi pembangunan bendungan yang sudah terbengkalai selama empat dekade ini.

"Ini bentuk komitmen kami hadir langsung di Lombok Tengah, supaya rencana pembangunan Bendungan Mujur ini bisa terlaksana," kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI H. Andi Iwan Darmawan Aras, yang memimpin langsung Kunker Spesifik Komisi V.

Baca Juga: HBK Berjanji Mewujudkan Pembangunan DAM Mujur Lombok Tengah

Rombongan Komisi V DPR RI diterima langsung Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri. Turut menerima pula Ketua DPRD Lombok Tengah M. Tauhid, Kepala Balai Wilayah Sungai NTB, Perwakilan Kementerian PUPR, Kepala Organsiasi Perangkat Daerah Lombok Tengah, dan perwakilan Kecamatan dan unsur pemerintah Desa yang akan menjadi lokasi pembangunan Bendungan Mujur.

Andi menegaskan, kedatangan pihaknya dalam rangka mendorong percepatan penyelesaian pembangunan bendungan ini. Diakui jika sebelumnya, pihaknya aktif menggelar diskusi mendalam dengan Wakil Ketua Komisi I DPR RI H. Bambang Kristiono, SE (HBK), Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2- Pulau Lombok, tokoh yang selama ini memiliki komitmen kuat mengawal penuh pembangunan Bendungan Mujur yang tak kunjung terwujud meski sudah direncanakan semenjak tahun 1969.

"Kita akan dorong supaya pembangunan Bendungan Mujur ini masuk dalam proyek strategis nasional," kata Andi, yang merupakan politisi Partai Gerindra, seperti halnya HBK, melalui keterangan tertulis, Jumat, 01 Juli 2022.

Baca Juga: Dukung Produksi Pertanian, Pemerintah Bangun Bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat

Diakui Andi, proses pembangunan Bendungan Mujur memang memerlukan waktu, karena harus melalui sejumlah tahapan.
Biasanya, kata dia, pembangunan bendungan memakan waktu 3 hingga 5 tahun. Beruntungnya, pembangunan Bendungan Mujur ini sebelumnya telah memiliki dokumen Rencana Aksi Pembebasan Lahan dan permukiman kembali warga terdampak atau Land Acquisition Resettlement Action Plan (LARAP), yang digelar tahun 2015.

Bendungan ini juga telah memiliki Detail Engineering desain yang disusun Pemerintah Daerah. Sehingga, saat ini, dua dokumen tersebut hanya perlu menjalani proses review untuk penyesuaian. Dengan demikian, dokumen tersebut bisa menjadi dasar dalam penyusunan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan bendungan.

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

TGB Resmi Jadi Ketua Harian Nasional Partai Perindo

Minggu, 7 Agustus 2022 | 12:45 WIB

 2 Juta Langkah SALAM yang Menggetarkan Kota Mataram

Selasa, 24 November 2020 | 23:30 WIB

Pasangan NADI Menguasai Debat Perdana Pilkada KLU

Kamis, 19 November 2020 | 23:01 WIB
X