• Senin, 8 Agustus 2022

Praktik Tanpa Izin, Tim ACSIA Kecamatan Jerowaru Datangi Rumah Dukun Beranak

- Senin, 16 November 2020 | 21:36 WIB
pasien melahirkan
pasien melahirkan

-
Tim Medis Puskesmas Jerowaru Bersama TIM ACSIA Saat Melakukan Penanganan Terhadap Pasien di Rumah Dukun Beranak. [] www.ntbpos.com/Suandi Yusuf

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Setelah mendapatkan informasi dan laporan dari masyarakat tentang adanya ibu hamil yang akan melahirkan ke dukun beranak, Tim Aksi Cepat Sayang Ibu dan Anak (ACSIA) Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, mendatangi rumah dukun beranak yang membuka praktik tanpa izin di Desa Jerowaru. Senin 16 November 2020.

Tim ACSIA Kecamatan Jerowaru yang diketuai oleh Camat tersebut memberikan pemahaman kepada keluarga pasien serta menegur sang dukun untuk tidak mengulangi lagi praktik serupa.

Hasil pantauan ntbpos.com, dari rumah dukun yang berjarak sekitar 300 meter dari Puskesmas Jerowaru tersebut ditemukan 2 pasien yang baru saja melahirkan dan 1 pasien sedang dalam penanganan, salah satu dari pasien tersebut berasal dari Lombok Tengah.

Kepala Puskesmas Jerowaru sekaligus anggota tim ACSIA, L. Samsul Bahri Yusuf mengatakan, setelah pihak Puskesmas menerima informasi, dirinya langsung melakukan koordinasi dengan tim ACSIA untuk menindaklanjuti kasus tersebut dengan melakukan pengecekan ke rumah dukun beranak.

“Awalnya pihak kami menerima laporan warga melalui bidan desa, bahwa ibu hamil atas nama Maulida julianti (18), warga Ekas Buana, dengan usia kandungan 9 bulan yang hasil diagnosis sebelumnya mengalami anemia berat dan bayi besar, dibawa ke dukun beranak untuk menjalani proses persalinan,“ ujarnya. Senin 16 November 2020.

Setelah tim berada di rumah dukun, lanjutnya. Bidan dan perawat Puskesmas Jerowaru langsung melakukan pemeriksaan terhadap ibu dan 2 bayi yang sudah lahir dan 1 pasien yang sudah 2 hari berada ditempat itu dan belum melahirkan.

“Setelah melakukan pemeriksaan dan penanganan, ibu hamil yang berasal dari Desa Ekas Buana tersebut, selain mengalami anemia berat dan bayi besar, juga mengalami gawat janin. Melihat kondisi itu, pasien segera kami rujuk ke RSUD Selong untuk mendapatkan penanganan intensif,“ ungkapnya.

Lebih lanjut, Samsul menegaskan, akan segera bertemu denegan tim ACSIA guna membahas tindaklanjut kasus itu, dirinya berharap supaya praktik tersebut segera ditutup dan diberikan sanksi jika melakukan praktik lagi.

Sedangkan Camat Jerowaru, Jumase, selaku ketua tim ACSIA Kecamatan Jerowaru, saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp dan telepon oleh ntbpos.com, belum bisa dimintai tanggapannya terkait permasalahan tersebut. np/ndy

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

JA Akhiri Hidupnya Dengan Seutas Kabel Listrik

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 09:37 WIB
X