• Senin, 8 Agustus 2022

Pengaturan Pengeras Suara Masjid di Lotim Disesuaikan Dengan Kondisi Masyarakat

- Selasa, 1 Maret 2022 | 16:31 WIB
bimas
bimas

-
Lalu Miftahussurur, Kasi Bimas Islam Kemenag Lombok Timur./ Foto : Hardy/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Surat Edaran (SE) Menteri Agama Republik Indonesia (RI) No 5 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushalla yang sempat viral dan menghebohkan publik beberapa waktu lalu ditindaklanjuti Kemenag Lotim dengan santai.

Kepala Kemenag Lotim melalui Kasi Bimas Islam, Lalu Miftahussurur mengatakan, Surat Edaran tidak memiliki sanksi apapun, karenanya tugasnya hanya menyosialisasikan SE tersebut.

Surat edaran itu, lanjutnya, sebenarnya sudah lama ada namun sekarang lagi dimunculkan oleh menteri agama dan sempat viral, itu semata-mata untuk mengatur pengeras suara yang ada di masjid dan mushalla supaya jangan sampai mengganggu.

“Meskipun demikian, tetap kita akan sesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat,“ katanya pada wartawan www.ntbpos.com ketika dikonfirmasi, Selasa, 1 Maret 2022.

Dilanjutkannya, pelaksanaan sosialisasi ini akan memanfaatkan penyuluh agama yang ada di masing-masing Kecamatan dan bekerjasama dengan semua pihak.

Mengenai SE tersebut dirinya yakin sudah banyak yang mengetahuinya, apalagi sudah sempat viral, tinggal sekarang yang didorong pengawasan sampai ke tingkat bawah.

Kedepannya jika ditemukan masih ada masjid atau mushalla yang tidak mengindahkan SE itu, dirinya akan berkoordinasi dengan penyuluh agama beserta dengan pihak terkait lainnya untuk turun memberikan peringatan dengan baik.

“Apalagi ini sebentar lagi bulan Ramadhan, pengaturan pengeras suara itu memang harus diatur. Tapi kembali lagi ke masyarakatnya, kalau masyarakatnya tidak ada yang komplain, tidak masalah. Kita akan sesuaikan dengan kondisi di masing-masing tempat,“ tutupnya. np

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Tangani Sampah, DLH Lotim Buat Trobosan Baru

Kamis, 7 Juli 2022 | 21:40 WIB
X