• Senin, 8 Agustus 2022

Tradisi Nunas Neda, Ritual Minta Hujan Warga Kesik

- Selasa, 12 Juli 2022 | 18:34 WIB
ritual Nunas Neda warga desa Kesik, kecamatan Masbagik  (photo Unrara Angan)
ritual Nunas Neda warga desa Kesik, kecamatan Masbagik (photo Unrara Angan)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com --Selain legenda lingkok ratu, tempat mandinya putri raja, desa Kesik, Kecamatan Masbagek, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) memiliki budaya ritual Nunas Neda.

Nunas artinya meminta atau memohon. Sedangkan Neda, artinya tolong. Jika digabungkan, Nunas Neda berati minta tolong. Ritual ini biasanya dilaksanakan di penghujung musim kemarau, dengan maksud, meminta hujan.

Baca Juga: Asal-muasal Kolam Renang Kesik Dinamakan Tirta Ratu

Warga desa Kesik mayoritas sebagai petani dengan luas areal persawahan yang cukup luas. Untuk mengairin lahan mereka, para petani sangat membutuhkan air pada musim kemarau.

"Ritual ini untuk meminta hujan," Kata Muhamad Kadri, kepada ntbpos.com. Selasa 12 Juni 2022.

Dalam pelaksanaannya, ritual ini di pimpin oleh tokoh adat. Dia juga yang menentukan hari upacaranya kemudian di ikuti oleh masyarakat setempat. Dalam pelaksanaan ritual, tokoh adat akan mempersembahkan hasil bumi petani. "Dahulu kala, dalam pelaksanaan ritual warga mengorbankan sapi. Biasanya, setelah ritual, paling cepat seminggu akan hujan,"ujarnya

Baca Juga: Pulihkan Pariwisata, Dispar Lotim Akan Tingkatkan Promosi

Hingga saat ini, budaya ritual Nunas Neda atau minta hujan masih dilestarikan oleh masyarakat setempat secara turun menurun.

Dalam pelaksanaan ritual, selain dihadiri oleh warga desa, juga dihadiri pejabat daerah, baik kabupaten maupun provinsi, seperti pada tahun 2021 lalu, sebut Kadri. np

Halaman:

Editor: Acep Suherlan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X