• Senin, 8 Agustus 2022

Konflik Teritorial di Pantai Pink Tak Kunjung Usai, KTH Pink Lestari Mengaku Terganggu

- Kamis, 30 Juni 2022 | 22:29 WIB
Ahmad Turmuzi, Ketua KTH Pink Lestari./www.ntbpos.com/ (Unrara Angan)
Ahmad Turmuzi, Ketua KTH Pink Lestari./www.ntbpos.com/ (Unrara Angan)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com -
Kelompok Tani Hutan (KTH) Pink Lestari mengaku terganggu oleh konflik teritorial yang terjadi di kawasan pantai pink. Sehingga ide pengembangan destinasi tak sempat terpikir lantaran energi dan pikiran terkuras akibat konflik yang terjadi.

“Empat tahun keberadaan KTH ini kami tidak pernah mendapatkan ruang untuk berpikir bagaimana memajukan kawasan hutan ini untuk dijadikan destinasi wisata,“ kata Ketua KTH Pink Lestari, Ahmad Turmuzi, kepada awak media di Selong, Kamis, 30 Juni 2022.

Padahal hajatan awal pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat melalui pengelolaan perhutanan sosial. Salah satu programnya ialah pemanfaatan jasa lingkungan di pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lotim.

Baca Juga: Diajak Bekerjasama, KTH Pink Lestari Minta PT ESL Bangun Fasilitas Dulu

Namun yang terjadi sebaliknya, justru mereka terkendala adanya konflik teritorial di kawasan pantai pink. Oleh karenanya merekapun mempertanyakan persoalan tersebut kepada KPH Rinjani Timur dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB.

“Kami tunggu penyelesaian dari KPH dengan dinas, tapi dari lebaran kuda sampai lebaran hari ini belum selesai,“ ujarnya.

Menurut dia, kedua pihak itulah yang dapat mengakhiri persoalan teritorial di kawasan pantai Pink. Tentunya dengan memperjelas kepemilikan SHM 704 seluas 1,5 hektare, yang menjadi akar permasalahan.

Baca Juga: Libur Pasca Lebaran, Pengunjung Pantai Pink Membludak Hingga 3000 Wisatawan

Sertifikat SHM 704 harus dibatalkan, mengacu pada putusan Mahkamah Agung (MA) RI nomor 3225/K/Pid.Sus/2018 tanggal 11 Maret 2019. Termasuk 28 sertifikat lain yang merupakan lahan di kawasan hutan lindung Sekaroh RTK 15.

Halaman:

Editor: Suandi Yusuf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X