• Senin, 8 Agustus 2022

Golongan Penyakit Tidak Menular Menyebabkan Jumlah Kematian Terbesar di Indonesia

- Kamis, 21 Juli 2022 | 17:39 WIB
Budiman Satriadi, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2KL), Dinkes Lotim./www.ntbpos.com/ (Istimewa)
Budiman Satriadi, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2KL), Dinkes Lotim./www.ntbpos.com/ (Istimewa)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyakit yang disebabkan bukan oleh infeksi kuman. Sebelum pandemi, PTM merupakan penyakit katastropik dengan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Hal ini mengakibatkan hilangnya hari produktif bagi penderita dan pendamping. Saat ini, trend PTM semakin meningkat dan menyerap biaya terbesar dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemkes RI), Cut Putri Ariane, dilansir dari kemkes.go.id, mengatakan, jantung koroner merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi, diikuti kanker, diabetes militus dengan komplikasi, ada tuberculosis, kemudian Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Baca Juga: Dinkes Lotim Kembali Menemukan Kasus Penyakit Kusta, Terbanyak di Kecamatan Jerowaru

Sebab itu, Kemkes RI meluncurkan Program Pencegahan dan Pengendalian melalui penyusunan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) untuk  mencegah penyakit diabetes melitus dan gangguan metabolik, penyakit paru kronik dan gangguan imunologi, penyakit kanker dan kelainan darah, penyakit jantung dan pembuluh darah dan gangguan indera dan fungsional.

Terusan program tersebut sudah terlaksana di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten, salah satunya Lombok Timur, melalui fasilitas kesehatan tingkat kecamatan.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2KL), Dinkes Lotim, Budiman Satriadi mengatakan, penyakit PTM merupakan atensi Dinkes Lotim.

Baca Juga: Rencana Aksi P4GN, BNK Lakukan Test Urine di Dinas Kesehatan Lotim

“Aktivitas masyarakat sekarang kebanyakan instan,“ kata Budiman.

Halaman:

Editor: Suandi Yusuf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hamil Usia Dini Rentan Lahirkan Anak Stunting

Rabu, 20 Juli 2022 | 18:40 WIB

Masalah Stunting Menjadi Fokus Global

Kamis, 14 Juli 2022 | 21:11 WIB
X