• Senin, 8 Agustus 2022

Kasus Stunting di Kecamatan Sambelia Menurun 10 Persen

- Minggu, 17 Juli 2022 | 18:12 WIB
Salah satu tenaga kesehatan Puskesmas Sambelia saat memberikan suntikan kepada salah satu bayi./www.ntbpos.com/ (Istimewa)
Salah satu tenaga kesehatan Puskesmas Sambelia saat memberikan suntikan kepada salah satu bayi./www.ntbpos.com/ (Istimewa)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Pada tahun 2021, sebanyak 763 kasus stunting ditemukan di Tujuh Desa wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sambelia, Lombok Timur dan mengalami penurunan 10 persen pada tahun 2022 menjadi 693 kasus.

Kepala Puskesmas Sambelia, Lalu Muhammad Cholid menyebut, ada tiga faktor penyebab tingginya angka stunting di Sambelia, yakni bayi baru lahir tidak diberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, kekurangan gizi dan kebersihan lingkungan.

“Tiga faktor ini penyebab angka stunting tidak menurun secara drastis,“ katanya, Minggu, 17 Juli 2022.

Baca Juga: Pemkab Lombok Timur Cemaskan Tingginya Potensi Stunting dan Bahaya Susu Formula bagi Bayi Baru Lahir

Untuk menyadarkan masyarakat setempat, menurutnya perlu kesabaran. Dari sisi sosialisasi, Tenaga Kesehatan (Nakes) selalu gencar melakukan intervensi spesifik.

“Saat ini kita memberikan edukasi melalui kegiatan sosialisasi penerapan demo Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA),“ terangnya.

Selain itu, langkah mencegah stunting yakni melalui kegiatan posyandu keluarga. “Insya Allah kami upayakan menurun lagi,“ imbuhnya. np

Editor: Suandi Yusuf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hamil Usia Dini Rentan Lahirkan Anak Stunting

Rabu, 20 Juli 2022 | 18:40 WIB

Masalah Stunting Menjadi Fokus Global

Kamis, 14 Juli 2022 | 21:11 WIB
X