• Senin, 8 Agustus 2022

Bapanas RI Setujui Usulan Gubernur NTB Kenaikan HPP Komoditas Jagung Menjadi Rp 4. 200

- Sabtu, 16 Juli 2022 | 08:08 WIB
Rapat koordinasi Harga Acuan Pembelian (HAP/HPP) komoditi jagung bersam Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, pada Jumat, 15 Juli 2022, di Hotel Aston Priority Simatupang Jakarta. (Foto : Najamudin Annaji/ntbprov.go.id)
Rapat koordinasi Harga Acuan Pembelian (HAP/HPP) komoditi jagung bersam Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, pada Jumat, 15 Juli 2022, di Hotel Aston Priority Simatupang Jakarta. (Foto : Najamudin Annaji/ntbprov.go.id)

NTBPOS.com - Kepala DKP Provinsi NTB, H. A. Azis, mengatakan Badan Pangan Nasional ( Bapanas ) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Harga Acuan pembelian (HAP) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) komoditas jagung, pada Jumat, 15 Juli 2022, di Hotel Aston Priority Simatupang Jakarta.

Dikatakan Aziz, rakor tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bapanas RI, Arief Prasetyo Adi, dihadiri Pejabat Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, BULOG, Pengusaha Jagung, Kapala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB, Kapala DKP Kabupaten Bima, Kepala DKP Kabupaten Sumbawa, Kepala DKP Kabupaten Dompu, Pengusaha Ternak, Pengusaha Makanan Ternak, Perwakilan Koperasi, Perwakilan Petani Jagung.

“Alhamdulillah, kami telah mempresentasikan berbagai dasar yang menjadi permintaan Pak Gubernur NTB untuk kenaikan HAP Rp 4.400 di dalam Rakor. Pak Kepala Bapanas RI merespon baik. Namun, setelah mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak, termasuk peternak dan daerah lain selaku pembeli. Serta mempertimbangkan kestabilan harga antara harga pembelian dan Penjualan. Akhirnya, disepakati secara bulat Harga Acuan Pembelian dinaikkan dari Rp. 3.150 menjadi Rp. 4.200,. Sementara untuk Harga Acuan Penjualan dinaikkan dari Rp. 4.500 menjadi Rp. 5.000”, kata Kepala DKP Provinsi NTB, H. A. Azis.

Baca Juga: Melalui Program Echo Green, Bupati Sukiman Dorong Generasi Milenial Kembangkan Pertanian di Lombok Timur

Menurut Azis, HPP Rp. 4.400 yang diusulkan oleh Gubernur NTB dinilai sudah sangat rasional dan berpihak pada para petani jagung di NTB.  Karena didasarkan pada survei dan analisa dari berbagai pihak terkait, Seperti Distanbun, DKP, Dinas Perdagangan, BPTP, Akademis/Praktisi, Bulog NTB.

“Bahkan, dalam Rakor tadi kami juga langsung mempresentasikan semua hasil survei lapangan dan analisa dari berbagai pihak. Termasuk hasil dari tim Pemprov NTB yang dikoordinasi oleh Ir. Hadi Santoso dkk yang telah melibatkan akademisi, ahli dan pihak terkait dalam survei serta analisanya,” jelas Azis.

Selain disepakati Harga Acuan pembelian komoditi Jagung Kadar Air 15% dengan Rp. 4.200, dan Harga Acuan Penjualan ditingkat Konsumen naik dari Rp. 4.500 menjadi  Rp 5.000. disepakati juga Harga Acuan Pembelian/Penjualan komoditas lain seperti daging ayam serta telur ayam akan disesuaikan dengan HAP jagung yang telah disepakati.

Baca Juga: Sistem Pengembangan Pertanian Hidroponik Percepat Pertumbuhan Ekonomi

“Untuk selanjutnya kesepakatan-kesepakatan dalam Rakor hari ini. Tentunya secara resmi akan segera dikeluarkan Peraturan oleh Kepala Bapanas RI sebagai pengganti Permendag Nomor 7 tahun 2020 yang mengatur HAP selama ini. Dan semoga segera diundangkan dalam waktu dekat ini oleh Bappenas. Sehingga dapat menjadi pedoman kita semua,” tandas Azis.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melayangkan surat resmi bernomor 521/230/SEK-DKP tentang permintaan kenaikan Harga Acuan pembelian (HAP/HPP) komoditas jagung kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI atau Nasional Food Agency (NSF) pada Senin, (11/07) lalu. Dalam suratnya Gubernur meminta kenaikan HAP jagung menjadi Rp 4. 400. ***

Editor: Najamudin Annaji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Capaian Investasi di Lombok Timur Masih Tinggi

Rabu, 28 April 2021 | 23:44 WIB
X