• Senin, 8 Agustus 2022

Ritual Ngayu-ayu Sembalun, Bupati Lombok Timur Mengaku Tidak Mudah Melestarikan Adat Istiadat

- Kamis, 14 Juli 2022 | 19:17 WIB
Prosesi Ritual Adat Ngayu-ayu di Sembalun, Lombok Timur. /www.ntbpos.com/ (Unrara Angan)
Prosesi Ritual Adat Ngayu-ayu di Sembalun, Lombok Timur. /www.ntbpos.com/ (Unrara Angan)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Upacara ritual adat Ngayu-ayu kembali digelar oleh pemangku adat desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, selama dua hari, sejak 13-14 Juli 2022.

Ritual adat Ngayu-ayu yang diadakan tiga tahun sekali ini sudah ada sejak 600 tahun yang lalu. Setiap pelaksanaannya, pemangku adat menghadirkan semua kalangan raja di Nusantara.

Ritual adat ini merupakan wujud syukur masyarakat Sembalun kepada Tuhan yang maha Esa atas melimpahnya hasil bumi, terhindar dari bencana dan harapan untuk terhindar dari penyakit-penyakit.

Baca Juga: Ritual Adat Besentulak, Diyakini Bisa Bersihkan Desa Dari Wabah Penyakit

Kepala Desa Sembalun Bumbung, Sunardi, mengatakan, dilaksanakannya ritual adat Ngayu-ayu ini tujuannya untuk memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai asal usul nenek moyang dan kebudayaannya.

“Selain itu, untuk memberikan sumbangsih pariwisata daerah dan mewujudkan Sembahulun yang asri dan berbudaya lestari,“ kata Sunardi dalam sambutannya, Kamis, 14 Juli 2022.

Dalam prosesi ritual adat Ngayu-ayu, elemen masyarakat Sembahulun swadaya melaksanakannya. “Sekarang di suport penuh oleh Bupati Lotim,“ ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy mengaku tidak mudah melestarikan adat istiadat di zaman modern ini.

Baca Juga: Wabup Lotim Ajak Masyarakat Adat Berperan Aktif Memberi Saran dan Kritik Konstruktif

Halaman:

Editor: Suandi Yusuf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Embung Bidadari Menurut Tokoh dan Kata Pengunjung

Rabu, 3 Agustus 2022 | 12:48 WIB

Kok Semua Desa Jadi Wisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:34 WIB
X