Kisah Selaq Marong, Si Mata Merah yang Mematikan di Arena Peresean

- Jumat, 3 Juni 2022 | 13:30 WIB
Peresean, merupakan salah satu seni budaya di pulau Lombok yang menjadi tradisi turun temurun dan banyak digemari  baik wisatawan lokal maupun internasional . (Foto: Najamudin Annaji)
Peresean, merupakan salah satu seni budaya di pulau Lombok yang menjadi tradisi turun temurun dan banyak digemari baik wisatawan lokal maupun internasional . (Foto: Najamudin Annaji)

LOMBOK TENGAH, NTBPOS.com - Pulau Lombok memiliki tradisi seni Peresean yang kini menjadi suatu kesenian daerah dan sering dipentaskan kepada wisatawan.

Tradisi Peresean merupakan pertarungan antara dua lelaki bersenjata rotan atau disebut penjalin, dengan menggunakan perisai sebagai tameng berlindung dari pukulan rotan lawan.

Tameng tersebut disebut ende dan terbuat dari kulit kerbau yang keras. Para petarung disebut pepadu akan saling pukul menggunakan rotan dengan diawasi seorang wasit yang disebut pakembar.

Selama pertandingan, akan dihiasi suara musik khas Lombok. Dahulu, Peresean sebagai ekspresi kebahagiaan prajurit saat menang perang. Itu juga berfungsi melatih ketangkasan prajurit.

Kemudian tradisi tersebut difungsikan sebagai upacara adat meminta hujan. Namun kini, Peresean menjadi kesenian tradisional Sasak untuk menghibur wisatawan.

Saat ini, pepadu yang tersohor dengan kepiawaiannya dalam Peresean adalah Selaq Marong. Seorang pria berkumis yang sering menari ketika serangannya mengenai musuh. Dia adalah pria berasal dari Semoyang Lombok Tengah dengan nama asli Suminggah.

 

Legenda Pepadu Selak Marong 80-an

Namun jauh sebelum itu, dikenal seorang legenda pepadu yang memiliki nama Selaq Marong, yang berasal dari Desa Marong, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Selaq Marong merupakan pepadu yang sering berlaga pada tahun 1980an. Perawakannya memiliki tubuh yang besar, dengan mata yang melotot dan merah saat berada di arena yang menggetarkan lawan tandingnya.

Karena itu dia dijuluki oleh penonton dengan nama Selaq Marong. Tokoh masyarakat di Desa Marong, Amaq Buan, mengatakan Selaq Marong memiliki ilmu megat-male yang sangat mematikan saat memukul lawannya. Dia selalu menang di arena dengan membuat lawannya sakit dan bahkan hingga meninggal.

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Tags

Terkini

Embung Bidadari Menurut Tokoh dan Kata Pengunjung

Rabu, 3 Agustus 2022 | 12:48 WIB
X