Ritual ' Besentulak ' Diyakini Membersihkan Desa dari Wabah Penyakit

- Kamis, 25 Februari 2021 | 00:54 WIB
Prosesi Ritual Adat 'Besentulak' di dusun Jerowaru Bat, desa Jerowaru.  (Foto : Suandi Yusuf)
Prosesi Ritual Adat 'Besentulak' di dusun Jerowaru Bat, desa Jerowaru. (Foto : Suandi Yusuf)

LOMBOK TIMUR - Ritual adat " Besentulak" sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu di Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Kegiatan tersebut diyakini sebagai ritual untuk menolak bala' serta menangkal wabah penyakit yang dapat menjangkit setiap warga.

Proses ritual yang biasa dilakukan pada bulan 6 atau 7 penanggalan sasak, dilakukan selama 3 hari dan dipimpin oleh pemangku adat (belian) setempat serta dilakukan ditempat lapang ditengah perkampungan warga.

Pantauan ntbpos.com dilokasi, ratusan warga berkumpul dilokasi ritual, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Sebelum ritual dimulai, ibu-ibu membawa "dulang" dari rumah masing-masing dan akan di makan bersama (begibung) setelah ritual selesai.

Baca Juga: Ritual Ngayu-ayu Sembalun, Bupati Lombok Timur Mengaku Tidak Mudah Melestarikan Adat Istiadat

Diakhir ritual, pemangku adat atau pendampingnya akan berjalan dengan membawa air yang sudah diberikan mantra untuk dipercikkan kepada warga yang ada dilokasi serta diberikan tanda pada kening (sembek), supaya tidak terkena wabah.

Salah satu pemangku adat setempat, Ma'in, menjelaskan, ritual seperti biasa dilakukan pada bulan 6 atau 7 penanggalan sasak, meskipun kali ini sudah terlambat namun tetap dilakukan karena mendapat perintah dari orang yang ditokohkan.

“Seharusnya ritual ini kita lakukan pada bulan 6 atau 7, dengan tujuan untuk menghadang wabah penyakit dan segala bentuk bala' yang datang dari luar Desa, namun saat ini sudah banyak warga yang terkena penyakit, sehingga banyak warga yang menuntut untuk dilakukan ritual, terlebih lagi ada perintah dari tokoh kita  Abdul Mukid (Guru Ukid),“ tuturnya, Rabu, 4 Februari 2021.

Baca Juga: Bupati Lombok Timur Apresiasi Pembangunan Universitas Kebudayaan di Sembalun

Ia juga menambahkan, ritual tersebut adalah cara masyarakat adat memohon rahmat dan pertolongan kepada Allah SWT, yang sudah diwariskan oleh leluhurnya dulu.

Halaman:

Editor: Suandi Yusuf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Embung Bidadari Menurut Tokoh dan Kata Pengunjung

Rabu, 3 Agustus 2022 | 12:48 WIB
X