Hari Kamis Pakaian Adat, Dispar Lotim Wajibkan Bahasa Sasak

- Kamis, 31 Oktober 2019 | 16:30 WIB
Kepala dinas pariwisata kabupaten Lombok Timur, Dr. H Mugni ( kemeja putih ). (Foto: Dok. Dispar Lotim)
Kepala dinas pariwisata kabupaten Lombok Timur, Dr. H Mugni ( kemeja putih ). (Foto: Dok. Dispar Lotim)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur ( Pemkab Lotim ) mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) memakai Pakaian Adat setiap hari Kamis. Hal itu diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lombok Timur Nomor : 188.45/529/ORG/ 2019 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Keputusan itu disambut baik oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Gumi Selaparang, termasuk Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim. Karena Peraturan itu juga dianggap sejalan dengan Visi Dispar Lotim, yakni Alam Lestari, Budaya Kokoh dan Agama Bergairah .

Oleh karena itu,  Kepala Dispar Lotim, DR H Mugni mengatakan, peraturan bupati yang diterapkan sejak 17 Oktober 2019 itu dianggap sebagai ladang terbuka untuk mempertahankan dan menjaga budaya Sasak dengan melestarikannya secara sungguh-sungguh, agar budaya bangsa kita tidak terseret oleh perkembangan zaman.

Baca Juga: Pulihkan Pariwisata, Dispar Lotim Akan Tingkatkan Promosi

Untuk itulah, Dinas Pariwisata ambil bagian terhadap Keputusan Bupati tersebut, untuk terus berupaya menjadikannya sebagai ciri khas daerah yang patut dibanggakan. Alam yang lestari dengan budaya yang kokoh dan agama yang kuat menjadi energi yang positif  dalam membangun daerah untuk generasi mendatang.

“Aturan ini jadi magnet baru terhadap pesona Wisata Budaya kita. Jadi masyarakat yang mau melihat pakaian adat Sasak silahkan datang di setiap kantor pemerintah Lotim pada hari Kamis,” ujar Mugni, Kamis, 31 Oktober 2019, di kantornya.

Selain aturan di atas, sambungnya, khusus Dispar Lotim menerapkan aturan tambahan. Seluruh staf setempat diwajibkan menggunakan bahasa Sasak setiap hari Kamis.

Baca Juga: Fokus Kembangkan Wisata Lotim, Mugni Tidak Mau Tanggapi Soal Baznas

” Semua staf Dispar Lotim harus pakai bahasa Sasak. Saya juga dipanggil Amaq Ega kalau hari Kamis,” kata Mugni.

Aturan tersebut untuk memupuk kesadaran serta rasa cinta terhadap bahasa Sasak yang berlahan mulai terkikis. Berpakaian adat disertai bahasa Sasak menurutnya memiliki kesan autentik dan punya daya tarik tersendiri.

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Embung Bidadari Menurut Tokoh dan Kata Pengunjung

Rabu, 3 Agustus 2022 | 12:48 WIB
X