• Senin, 8 Agustus 2022

Selain Bernilai Ekonomi, Tanaman Kayu Putih Solusi Lahan Kritis di Lombok Timur

- Kamis, 21 Juli 2022 | 21:50 WIB
Tanaman kayu putih yang ada di Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB)./www.ntbpos.com/ (Unrara Angan)
Tanaman kayu putih yang ada di Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB)./www.ntbpos.com/ (Unrara Angan)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Kayu putih atau Gelam adalah jenis pohon suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang dimanfaatkan sebagai bahan mentah minyak kayu putih. Proses pembuatannya biasanya disuling dengan uap terutama dari daun dan rantingnya.

Kayu putih biasanya tumbuh di tanah tandus/kritis. Seperti, di daerah Kecamatan Pringgabaya, Sambelia dan bagian selatan Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Timur, Mustara Hadi mengatakan, tumbuhan kayu putih ini merupakan solusi lahan yang kritis. Tumbuhan kayu putih ini juga dapat dijadikan sumber pendapatan bagi masyarakat.

“Daun dan rantingnya dapat di jual, dijadikan minyak kayu putih,“ katanya.

Baca Juga: Siswa SMKN 1 Sakra Ciptakan Mesin Siram Tanaman Otomatis

Seperti yang sudah berjalan, di Daerah Sekotong Lombok Barat, petani sudah menikmati hasilnya. Daun dan rantingnya dijual masyarakat per-kilonya sekitaran Rp. 500 sampai Rp 700.

Secara keseluruhan di Sekotong melakukan panen selama dua minggu mendapat 26 ton. Jika diambil harga terendah Rp 500, kali 26 ton, petani menghasilkan uang sebesar Rp. 13 juta.

“Tanpa perawatan intensif kayu putih ini menghasilkan uang,“ jelasnya.

Selain itu, kayu putih dapat diselingi dengan tanaman lain seperti, jagung, ubi dan tanaman-tanaman yang dapat hidup di lahan kritis.

Halaman:

Editor: Suandi Yusuf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penemuan Bansos Presiden Terkubur Disoroti DPR RI

Kamis, 4 Agustus 2022 | 20:46 WIB
X