• Senin, 8 Agustus 2022

Penerapan Moderasi Beragama di Indonesia Bisa Menjadi Contoh Kerukunan Dunia

- Jumat, 24 Juni 2022 | 20:11 WIB
Sekretaris Jendral Haiah Kibaril Ulama Al-Azhar Mesir Syekh Hasan Sholeh Assogir dan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Zainut Tauhid Saadi, berdiskusi soal moderi beragama di Indonesia di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, pada Jumat, 24 Juni 22.  (Foto : kemenag.go.id)
Sekretaris Jendral Haiah Kibaril Ulama Al-Azhar Mesir Syekh Hasan Sholeh Assogir dan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Zainut Tauhid Saadi, berdiskusi soal moderi beragama di Indonesia di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, pada Jumat, 24 Juni 22. (Foto : kemenag.go.id)

JAKARTA, NTBPOS.com - Penerapan moderasi beragama di Indonesia diapresiasi oleh Sekretaris jenderal Haiah Kibaril Ulama Senior Al-Azhar Mesir Syekh Hasan Sholeh Assogir. Dia menilai, meski Indonesia kaya akan budaya, Agama, dan suku, semua dikelola dengan baik.

“Kita tahu, saat ini Islam dituduh sebagai agama kekerasan, agama teroris, dan lain sebagainya. Namun, saat saya di Indonesia, semua sangat berbeda. Indonesia bisa dijadikan model bagi dunia dalam upaya meneguhkan kerukunan harmoni dan koeksistensi,” kata Syekh Hasan saat berdiskusi dengan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Zainut Tauhid Saadi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Juni 22, dikutip ntbpos.com dari situs kemenag.go.id..

Bahkan, Syekh Hasan blak - blakan ingin belajar banyak dari Indonesia tentang bagaimana cara mengelola keberagaman, kemudian akan menjadi kekuatan bangsa.

KemenagBaca Juga: Kemenag RI Imbau CJH Indonesia Gunakan Layanan Jasa Resmi Pendorong Kursi Roda di Masjidil Haram

“Tentu kami mendukung tentang moderasi beragama yang dilakukan Indonesia. Karena itu sebuah kecenderungan yang baik, dan tentu kami ingin menimba ilmu tentang bagaimana mengelola itu semua,” ucap Syekh Hasan.

Wakil Menteri Agama ( Wenag) Zainut Tauhid Saadi, merasa terhormat.Apresiasi diberikan ulama senior di Al-Azhar Mesir itu. "Pada dasarnya, perang melawan stigma islamophobia yang saat ini sedang melanda dunia Islam merupakan tugas bersama," kata Wenag.

Dia mengatakan, penguatan moderasi beragama, salah satu menjadi prioritas Kementrian Agama. Karenanya, moderasi beragama merupakan modal utama untuk menjadikan negara nyaman dan aman bagi semua.

 Baca Juga: Sebanyak 39,125 Jamaah Haji Indonesia Tiba di Saudi Arabia, 63,25 Persen Kritis

“Kami sadar masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang pluralis, memiliki berbagai macam latar belakang, dan mayoritasnya adalah beragama Islam. Sehingga ajaran Islam yang sesuai dengan karakter masyarakat adalah Islam yang wasathiyah yang merupakan Islam yang moderat yang memberikan rasa damai dan memberi rasa nyaman dan aman bagi seluruh manusia,” jelasnya.

Dia juga mendukung dan mengapresiasi kegiatan dakwah yang dilakukan Al Azhar dan para alumninya yang berada di Indonesia. Menurutnya, hal tersebutlah yang saat ini dibutuhkan dunia untuk mengembalikan wajah Islam yang sesungguhnya.

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Sumber: kemenag.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penemuan Bansos Presiden Terkubur Disoroti DPR RI

Kamis, 4 Agustus 2022 | 20:46 WIB

DPC AWPI Terima SKK Dari Kesbangpol Asahan

Kamis, 4 Agustus 2022 | 18:25 WIB
X