Pemprov NTB Apresiasi Pemuda Peduli Budaya

- Jumat, 1 April 2022 | 22:29 WIB
IMG_20220401_215516
IMG_20220401_215516

-
Staf Khusus Gubernur NTB, Dedy Aris Sandi, saat memberikan sambutan di hari penutupan acara Festival Budaya Perisaian di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia./ Foto : Unra/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Tidak ingin hilang di masyarakat, karang taruna Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur selenggarakan festival budaya "peresean" selama 3 hari di Lapangan Desa Belanting.

Tradisi tersebut merupakan kesenian tradisional Masyarakat Suku Sasak yang mempertarungkan dua laki-laki (pepadu, red) dengan memakai senjata dari tongkat rotan dan perisai.

“Kesenian ini merupakan tradisi lama di suku sasak khususnya di pulau Lombok, NTB ini,“ kata Jaya Ihlas, dalam sambutan hari penutupan acara tersebut, Rabu, 31 Maret 2022.

Ia menyampaikan rasa terimakasih kepada masyarakat Sambelia yang turut menyukseskan acara festival budaya Karang Taruna Desa Belanting. Walaupun diselenggarakan secara sederhana selama tiga hari, menurutnya sangat berkesan.

“Acara ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi NTB, pihak terkait dan tokoh masyarakat Desa Belanting,“ ujarnya.

Terlepas dari kekurangan panitia dalam menyelenggarakan festival budaya ini, imbuhnya, akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

Ditempat yang sama, Dedy Aris Sandi, Staf Khusus Gubernur NTB, turut hadir menutup acara tersebut menyampaikan, Pempov NTB sangat peduli terhadap budaya salah satunya budaya perisaian.

Menurutnya, perisaian memiliki pesan filosofi yang sangat luar biasa. Jadi, kata Dedy, antar dua pepadu ini tidak mencari juara, melainkan mempererat tali silaturahmi antara pepadu yang satu dengan pepadu yang lain.

“Jadi tidak ada musuh dalam pertarungan ini, adanya teman dan persahabatan,“ ujarnya.

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X