PMII Lotim Mendesak Kejati NTB Tuntaskan Kasus Dana KUR Fiktif Petani di Jerowaru

- Selasa, 15 Februari 2022 | 18:58 WIB
pmii lapor
pmii lapor

-
Sejumlah Massa Aksi PMII Saat Mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi NTB di Mataram./ Foto : Istimewa / www.ntbpos.com

MATARAM, NTBPOS.com - Puluhan massa dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lombok Timur menggelar aksi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Selasa 15 Februari 2022.

Massa aksi dalam hal ini menuntut Kajati NTB untuk segera mengusut dan menuntaskan dugaan kasus korupsi Dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) tani yang diduga fiktif sehingga merugikan masyarakat di Kecamatan Jerowaru.

Zul Harman selaku koordinator aksi mengatakan, permasalahan dana KUR itu awalnya muncul ketika masyarakat mengajukan pinjaman modal kepada BRI, namun tidak dapat diproses dengan alasan masih adanya tunggakan di Bank lain yang merupakan Bank penyalur KUR tani.

“Masyarakat yang dirugikan sebanyak 622 orang dari 5 Desa di Kecamatan Jerowaru dengan total luas lahan 1582 hektare, dapat disimpulkan kerugian negara mencapai 23,7 miliar,” katanya.

Keberadaan dana tersebut, lanjut Zul, sampai saat ini tidak diketahui kemana dan bagaimana bentuk dari pinjaman dananya. Padahal petani sudah menyerahkan KTP dan berkas lainnya sebagai syarat untuk mendapat pinjaman.

-

“Jangankan melihat uang, melihat nomer rekening dan buku rekeningpun tidak pernah, lebih memperihatinkan lagi, masyarakat justru memiliki hutang pinjaman kepada Bank yang memberikan pinjaman melalui dana KUR,” imbuh Waka 1 PC PMII Lotim itu.

Untuk itu pihaknya mendorong Kajati NTB untuk segera mengusut dan menuntaskan permasalahan yang diduga telah merugikan masyarakat petani di wilayah Kecamatan Jerowaru.

Kasi Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejati NTB, Agus Sunaryo didampingi Plt Kasi Penkum, Supardin saat menemui massa aksi menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan rilis terkait dengan kasus penyimpangan dana KUR fiktif yang diduga dilakukan oleh oknum aparat Desa dan HKTI NTB.

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X