Terapkan Sistem Mina Padi, Petani Desa Lenek Untung Dua Kali Lipat

- Senin, 27 September 2021 | 15:00 WIB

LOMBOK TIMUR, NTBPOS - Mina Padi merupakan Usaha budidaya ikan dilakukan secara bersamaan dengan tanaman padi pada suatu areal sawah yang sama. Seperti yang diterapkan oleh Petani Desa Lenek, Kecamatan Lenek.

Sistem tersebut digunakan Petani Desa Lenek sudah berjalan sekitar 4 tahun karena dapat meraup keuntungan dua kali lipat. Hal tersebut dikatakan oleh Sabirin (30) salah satu kelompok Tani Mina Padi.

Sabirin mengakui, luas lahan yang digarapnya kurang lebih 200 meter persegi. Jika mengandalkan tanama padi dan sejenisnya keuntungan tidak seberapa dengan luas itu.

Baca Juga: Pemkab Lombok Timur Mengupayakan Petani Tembakau Mendapatkan Asuransi

“Setelah menerapkan sistem Mina Padi, keutungan dua kali lipat. Malah keuntungan lebih besar bisa kita dapat pada ikan ini,“ ujarnya.

Dalam setahun, katanya bisa melakukan panen empat kali dengan penghasilan rata-rata 15 kwintal, dengan jumlah bibit 6 kwintal per kolam dengan harga perkwintal Rp 600 ribu sedangkan pakan dihabiskan selama empat bulan kurang lebih 30 sak.

“Kalau dihitung bersih keuntungan sekitar 12 jutaan sekali panen,“ tuturnya kepada ntbpos.com, Senin, 27 September 2022.

Baca Juga: Perahu Terbalik di Pandan Duri, 1 Orang Pemancing Ikan Meninggal Dunia

Selain itu, dirinya mengakui bahwa Pemerintah Desa turut mendukung dan memfasilitasi usahanya dengan mengambil pakan terlebih dahulu dan dibayar kemudian.

Sementara itu, Kepala Desa Lenek, Suardi, kepada ntbpos.commengatakan, Pemdes yang memfasilitasi pakan ikan dalam jumlah besar, namun di kelola oleh Bumdes.

Halaman:

Editor: Suandi Yusuf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X