• Rabu, 10 Agustus 2022

Bupati Lotim : Pelaksanaan Vaksinasi Mengganggu Pelayanan dan Abai Prokes

- Senin, 5 Juli 2021 | 18:43 WIB
zoom
zoom

-
Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Bersama Camat dan Kepala Puskesmas Dilakukan Secara Virtual . / Foto : Istimewa/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR - Usai melakukan pemantauan pelaksanaan vaksinasi di sejumlah lokasi, Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy melakukan evaluasi secara virtual terhadap semua Camat dan Kepala Puskesmas, Senin, 5 Juli 2021.

Bupati melihat, pelaksanaan vaksinasi masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan dan mengganggu pelayanan kepada masyarakat lainnya.

Vaksinasi yang dilaksanakan di Puskesmas, menggangu layanan rawat jalan dan pelaksanaan vaksin di Kantor Desa, bisa mengganggu pelayanan administrasi warga.

Karena itu Bupati merekomendasikan pelaksanaan vaksinasi dilakukan sesuai tingkatan, mulai tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga desa. Vaksinasi di masing-masing tingkatan harus dilakukan secara terpusat.

Bupati mencontohkan, untuk tingkat Kabupaten dapat dilakukan di Pendopo Bupati, sementara untuk kecamatan Selong dapat dilakukan di Gedung Wanita. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi terbatasnya jumlah tenaga kesehatan, di samping mengakomodasi masyarakat yang berasal dari luar wilayah kabupaten Lombok Timur.

Selain itu, untuk menekan biaya yang mungkin ditimbulkan untuk fasilitasi pelaksanaan vaksinasi, Bupati merekomendasikan penggunaan gedung-gedung sekolah. Penggunaan sekolah juga dapat lebih mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan.

Sementara terkait ketersediaan vaksin, diakui saat ini jumlah vaksin sudah sangat terbatas. Pemda Kabupaten Lombok Timur telah menyampaikan permintaan penambahan vaksin, baik ke provinsi NTB maupun Pemerintah Pusat.

Bupati juga memerintahkan agar distribusi vaksin ke wilayah-wilayah terjauh seperti Sembalun, Sambalia, dan Jerowaru dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

Diakui pula antusias masyarakat untuk memperoleh vaksinasi ini termasuk yang berasal dari organisasi tertentu yang sayangnya akibat keterbatasan ketersediaan vaksin belum bisa diakomodir. np

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X