• Rabu, 10 Agustus 2022

Sekda Lotim Temui Warga Sekaroh Penggarap Lahan IUPJL

- Jumat, 18 Juni 2021 | 14:36 WIB
sosialisasi 2
sosialisasi 2

-
Sosialisasi dan Dengar Pendapat Antara Pemda Lotim Bersama Masyarakat Penggarap Lahan IUPJL Sekaroh./ Foto : Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR - Pemerintah daerah kabupaten Lombok Timur melakukan sosialisasi terkait rencana pembangunan yang akan dilakukan oleh PT. Eco Solution Lombok (ESL) dalam waktu dekat ini di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru.

Sosialisasi sekaligus dengar pendapat bersama masyarakat Desa Sekaroh yang selama ini masih memanfaatkan lahan yang masuk Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan (IUPJL) hutah Sekaroh, berlangsung di Kantor Kecamatan Jerowaru dan dihadiri, H. M. Juaini Taofik, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Jum'at, 18 Juni 2021.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu perwakilan masyarakat penggarap lahan IUPJL, Saripudin, meminta agar pemerintah bisa mengakomodir keinginan masyarakat setempat sehingga warga sekitar tidak kehilangan mata pencaharian.

Dirinya juga memohon untuk tetap diberi kesempatan menanam jagung sambil memelihara dan merawat pohon yang akan ditanam pemerintah, sehingga masyarakat masih bisa bekerja dan program pemerintah juga terlaksana.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Lotim, H. M. Juaini Taofik menjelaskan, selama ini masyarakat menanam jagung, sementara disatu sisi PT. ESL selaku pemegang izin akan segera memulai proses pembangunannya.

“Jika masyarakat masih ingin tetap menanam jagung, berat kita akan akomodir karena lahan seluas 300 hektare yang ada itu akan disulap menjadi objek wisata taman, maka yang mungkin kita akomodir adalah mengganti tanaman jagung dengan tanaman obat-obatan, sayur mayur dan lainnya,“ jelasnya.

Ia menambahkan, kehadirannya dalam sosialisasi tersebut adalah untuk memberikan pengertian kepada masyarakat dan informasi yang selama ini mengatakan masyarakat menolak ternyata tidak benar.

“Masyarakat mendukung pembangunan disana dengan syarat mereka dilibatkan dan keinginan masyarakat itu akan saya laporkan ke Provinsi,“ ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa dilahan itu tidak lagi bisa menanam jagung tapi akan ditanami pohon-pohonan yang berguna seperti tanaman Hortikultura.

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X