• Rabu, 10 Agustus 2022

Petugas Retribusi Pasar Aikmel Diduga Mencekik Seorang Ibu Penjual Pisang

- Sabtu, 29 Mei 2021 | 21:14 WIB
gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

-
Halimah (Jilbab Merah) bersama Saksi Mata, Inaq Haerudin./Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR - Peristiwa pemukuluan seorang pedagang kaki lima oleh oknum petugas pungut retribusi di Pasar Aikmel Kecamatan Aikmel. Hal itu dilakukan diduga lantaran petugas tak sabar menerima uang keamanan dari korban.

Halimah (55), warga Dusun Kampung Banjar Desa Aik Prape Kecamatan Aikmel menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh L. Muhamad Yasin alias Miq Acin (60).

Berdasarkan keterangan korban kepada NTBPOS di rumahnya pada Hari Sabtu, 29 Mei 2021, dirinya mengaku sedang menjajakan barang dagangannya sekitar pukul 05.00 Wita, namun saat itu belum ada satupun pembeli, kemudian oknum petugas tersebut datang dan meminta uang retribusi.

“Barang saya belum ada yang laku makanya saya belum bisa penuhi permintaanya untuk membayar retribusi. Saya baru datang dan belum ada pembeli,“ katanya.

Dalam percakapan itu, lanjutnya, oknum tersebut menganggapnya melawan dan tidak mau bayar retribusi padahal ia akan bayar setelah ada pembeli.

Diduga karena ketersinggungan oknum tersebut atas jawaban korban, sempat terjadi cekcok dan spontan oknum petugas tersebut memukul korban menggunakan bendelan karcis yang dibawanya hingga mulut korban berdarah.

“Pelaku tidak sabar kemudian mulut saya dipukul menggunakan bendelan karcis retribusi dan dia mencekik saya sampai saya kecing ditempat,“ tuturnya.

Setelah kejadin itu, dirinya mengaku diintimidasi pelaku untuk tidak melanjutkan kasusnya saat dirinya melaporkan kejadian itu ke Polsek Aikmel dengan menawarkan korban uang sejumlah 500 ribu rupiah.

“Saya bertemu dengan Miq Acin di polsek untuk mediasi dan berdamai dengan menawarkan saya uang sebanyak 500 ribu, tapi saya tidak mau,“ paparnya.

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X