Mantan Bendahara UPTD Dikbud Pringgasela Diduga Manipulasi Data Guru untuk Meraup Uang

- Minggu, 9 Mei 2021 | 14:45 WIB
guru
guru

-
Ketua Tim 7 H. ZULKARNAEN, S.Pd., M.Pd. Saat Memeberikan Pemahaman Kepada Puluhan Korban Penipuan Mantan Bendahara UPTD Dikbud./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR - Puluhan Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non PNS adakan Musyawarah dengan agenda menuntut salah seorang mantan Bendahara UPTD Dikbud Kecamatan Pringgasela yang diduga menyalahgunakan tanda tangan, setempel dan pemalsuan Nomor Induk Pegawai.

Kasus tersebut diketahui pada bulan Maret lalu, sejak gaji para guru terlambat dicairkan, oleh karena itu dibentuk tim 7 pencari fakta. Hal itu diungkapkan, H. Zulkarnaen selaku ketua Tim 7.

Hasil temuan tim 7, kata Zul, diduga pelaku ini telah memanipulasi tanda tanganan korban, penyalahgunaan stempel dan pemalsuan Nomor Induk Pegawai. Tidak hanya itu, guru Non PNS dibuatkan NIP palsu. Guru non aktif (Pensiun) di aktifkan kembali.

“Puluhan data guru ini digunakan oknum mantan bendahara tersebut untuk pengajuan pinjaman ke Bank PD BPR cabang Aikmel dan Koperasi Karya Darma Cabang Selong tanpa sepengetahuan korban,“ ungkapnya, Sabtu, 8 Mei 2021.

Ia menjelaskan, sebanyak 14 orang guru (korban, red) yang diajukan NIP dan namanya ke Bank BPR dengan total uang yang dicairkan pihak Bank sebesar 730 juta.

Sedangkan 7 orang guru yang mengetahui NIP dan namanya digunakan mendapat pembagian dari terduga pelaku sebesar 200 juta, sementara sisanya digunakan terduga pelaku yang mendapat pencairan 400 juta dari 7 nama tersebut.

Selain itu, 13 orang guru lainnya mengetahui kasus pemalsuan tersebut namun uang sejumlah 785 juta hasil pencairan, digunakan semua oleh terduga pelaku.

“Tidak hanya itu, sebanyak 18 orang guru belum terkonfirmasi dan dari 18 nama guru tersebut, terduga pelaku mendapatkan uang sekitar 860 juta,“ lanjut Zul.

Sementara itu, nama lain yang diajukan ke Koperasi Karya Darma, lanjutnya, sebanyak 65 orang dengan total pencairan 4 miliar lebih, dimana 35 korban mengetahui kasus tersebut dan 30 orang lainnya tidak mengetahui namanya digunakan untuk pinjaman.

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X