• Rabu, 10 Agustus 2022

Buka Blokiran ATM PNM Mekaar, Nasabah BNI Diduga Gandeng Calo

- Selasa, 20 April 2021 | 14:00 WIB
Jasa-Calo
Jasa-Calo

-
Puluhan Nasabah Penerima Bantuan Presiden (Banpres) PNM Mekaar BNI. / Foto: Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR - Setelah sebelumnya nasabah BNI dibubarkan polisi karena berkerumun, pihak BNI dan PNM Mekaar melakukan rapat via zoom terkait teknis pencairan dana bantuan.

Seperti yang dikatakan Kepala Outlet BNI Pancor, dari hasil rapat tersebut, pihak PNM Mekaar tidak bersedia untuk mengumpulkan data kolektif.

Pantauan NTBPOS di lapangan, puluhan nasabah kembali berkerumun di depan bank BNI Pancor meskipun mendapat pengawalan ketat aparat .

Ramainya kerumunan nasabah diduga dimanfaatkan oleh oknum calo memungut nasabah sebagai ongkos jasa untuk membantu membuka blokiran ATM agar bisa mencairkan bantuan.

Sementara salah satu warga Kecamatan Jerowaru inisial RJ (30), mengaku sering membantu masyarakat membuka blokiran ATM bagi yang dapat bantuan PNM Mekaar BNI dengan upah jasa seikhlasnya.

“Biasanya saya diminta warga untuk mengurus itu, yang mau dibantu saya minta menyerahkan berkasnya seperti ATM Mekaar yang akan dibuka blokirannya, buku tabungan serta copy KTP, baru nanti saya serahkan ke teman yang ada disana untuk diproses,“ katanya, Selasa, 20 April 2021.

Ia menambahkan bahwa pemilik rekening tidak perlu ikut karena prosesnya tidak ribet. Terkait dengan upah jasa dirinya mengaku tidak memasang tarif tapi yang jelas 150 ribu untuk bayar jasa orang dalam.

“Kemarin sebenarnya prosesnya tidak ribet, cukup dikirim lewat WhatsApp saja bisa diproses tapi karena kemarin ada sedikit permasalahan dari pihak BNI, makanya sekarang harus kumpulin berkas dulu baru bisa diproses pembukaan blokirannya,“ jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bank BNI Outlet Pancor, Lombok Timur, I Gusti Ayu Sri Artati, mengatakan, untuk membuka blokiran tidak boleh diwakilkan karena harus dilakukan verifikasi orang per orang.

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X