Upaya Pencegahan Pelanggaran, Bawaslu Lombok Timur Gelar Sosialisasi Tentang Netralitas ASN

- Rabu, 28 September 2022 | 18:00 WIB
Ketua Bawaslu Lombok Timur, Dr. Retno Sirnopati (tengah) saat memberikan sambutan. /www.ntbpos.com/ (Dok. Bawaslu Lombok Timur)
Ketua Bawaslu Lombok Timur, Dr. Retno Sirnopati (tengah) saat memberikan sambutan. /www.ntbpos.com/ (Dok. Bawaslu Lombok Timur)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Sebagai upaya mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang adil dan Demokratis pada tahun 2024 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Timur menggelar Sosialisasi Netralitas ASN, TNI/Polri, serta sejumlah pihak yang dilarang berdasarkan peraturan Perundang-undangan.

Kegiatan yang berlangsung di Tete Batu tersebut, dirangkaikan dengan pembacaan keputusan bersama tentang Pedoman pembinaan dan pengawasan netralitas pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan.

Ketua Bawaslu Lombok Timur, Dr. Retno Sirnopati dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya Bawaslu melakukan pencegahan pelanggaran yang berpotensi dilakukan oleh ASN dalam pelaksanaan Pesta Demokrasi di tahun 2024 mendatang.

Baca Juga: Partisipasi Pendaftar Dalam Rekrutmen Panwascam di Lombok Timur Cukup Tinggi

“Diharapkan kepada Kepala OPD yang hadir untuk menyosialisasikan kepada ASN yang ada dilingkungan masing-masing untuk memberikan pandangan soal pentingnya netralitas ASN,“ harapnya, Rabu, 28 September 2022.

Sementara itu, Anggota Bawaslu NTB Periode 2017-2022, Umar Ahmad Seth, dalam paparannya sebagai narasumber menjelaskan, ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik.

“Asas netralitas adalah bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan manapun,“ jelasnya.

Baca Juga: Gelar Sosialisasi Bagi Pemilih Disabilitas, Bawaslu Dapat Beberapa Catatan Penting

Dijelaskannya, netralitas ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan, kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan agar pegawai ASN memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas. Hal tersebut juga sudah diatur dalam UU nomor 17 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan UU nomor  5 tahun 2014 tentang netraliras ASN.

Halaman:

Editor: Suandi Yusuf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X