PKKM , Universitas Hamzanwadi Kirim Sepuluh Mahasiswa Farmasi Magang Industri Kosmestik

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 21:13 WIB
Photo: Penyerahan Mahasiswa Prodi Farmasi, Universitas Hamzanwadi di Perusahaan Annaufa Kosmetika Yogyakarta.  (Istimewa/ntbpos.com)
Photo: Penyerahan Mahasiswa Prodi Farmasi, Universitas Hamzanwadi di Perusahaan Annaufa Kosmetika Yogyakarta. (Istimewa/ntbpos.com)

NTBPOS.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi , Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berupaya mendorong, memfasilitasi, dan mempercepat perguruan tinggi dalam menerapkan kebijakan Kampus Merdeka. 

Sebab itu, Kemendikbudristek merancang suatu program kompetisi yang dikemas dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). 

PKKM ini dirancang dalam tiga skema dimana Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dapat berkompetisi sehat sesuai dengan aturan pada setiap skemanya.

Baca Juga: Program MBKM, Mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Hamzanwadi Magang di Perusahaan Kosmetik

Salah satunya PTS Universitas Hamzanwadi yang mengikuti program PKKM Kemendikbudristek ini, pada Rabu (3/8/22) yang lalu, mengirim enam mahasiswa prodi farmasi melakukan magang industri di prusahaan kosmetik di PT. Organic Lombok Indonesia, Mataram. Kemudian empat orang di Perusahaan Annaufa Kosmetika Yogyakarta

Seperti yang ditegaskan Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Hamzanwadi, Hartini Haritani mengatakan, sebanyak 10 orang mahasiswa prodi farmasi Universitas Hamzanwadi melaksanakan kegiatan magang industri di dua perusahaan.

"Pertama, Perusahaan Annaufa Kosmetika Yogyakarta, sebuah perusahaan industri kosmetik, dan kedua di Peusahaan Organic Lombok Indonesia," Kata Hartini Haritani. 

Baca Juga: Program General English Masiswa Baru, Resmi Dibuka Rektor Universitas Hamzanwadi

Hartini menjelaskan, di kedua prusahaan kosmetik itu, mahasiswa akan melaksanakan magang industri selama emapt bulan. Di perusahaan kosmetik, mahasiswa akan mempelajari perancangan formula kosmetik.

"Mereka akan memilih bahan baku, proses produksi, pengemasan, legalitas hingga pemasaran serta menyelesaikan masalah yang ditemukan di lapangan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dikbud Lotim Luncurkan Kurikulum Muatan Lokal Sasak

Sabtu, 10 September 2022 | 17:26 WIB
X