Lombok Timur Darurat DBD, Menteri Kesehatan Sebut Persoalan Serius

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 10:06 WIB
Budiman Satriadi, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2KL),  Dinas Kesehatan Lombok Timur.  (unra/ntbpos.com)
Budiman Satriadi, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2KL), Dinas Kesehatan Lombok Timur. (unra/ntbpos.com)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit virus yang dibawa oleh nyamuk. Sering terjadi di daerah tropis dan subtropis seperti di Indonesia.

Tidak lama ini, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi mengungkap, selama pandemi Covid-19 jumlah kasus DBD dilaporkan terus meningkat di masing-masing daerah. 

DBD masih menjadi persoalan serius di beberapa tempat di Indonesia,“ terang Menkes.

Baca Juga: Meningkatnya Kasus DBD di Indonesia, Menjadi Atensi Menteri Kesehatan

Orang yang memiliki riwayat penyakit DBD, sambung Menkes, jika terkena kedua kalinya memiliki resiko yang jauh lebih besar terserang penyakit DBD serius.

(promkes.kemkes.go.id)

Menurut data di SKDR (Sistem Kewaspasdaan Dini & Respon) Dinas Kesehatan Lombok Timur, sampai bulan Juni 2022, tercatat 88 kasus DBD. Hal itu di ungkap Budiman Satriadi, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2KL),

88 kasus DBD di SKDR itu merupakan kasus di semua wilayah Lombok Timur. Sedangkan kasus DBD paling Tinggi yakni di wilayah Kecamatan Sambelia dan Selong. Walaupun Lombok Timur dapat dikatakan darurat DBB, masih dapat dikendalikan. 

Baca Juga: Memasuki Musim Hujan, Masyarakat Diimbau Antisipasi Penyakit DBD

"Di sistem SKDR tercatat suspek DBD, tetap menjadi perhatian cepat (respon) untuk penanganan dan pelacakannya," kata Budiman Satriadi, Rabu 3 Agustus 2022.

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hamil Usia Dini Rentan Lahirkan Anak Stunting

Rabu, 20 Juli 2022 | 18:40 WIB

Masalah Stunting Menjadi Fokus Global

Kamis, 14 Juli 2022 | 21:11 WIB
X