Diperlukan Revisi PP Tembakau Untuk Menghasilkan Generasi Muda Unggul

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 08:48 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Dante Saksono Harbuwono.  (Kemkes.go.id)
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Dante Saksono Harbuwono. (Kemkes.go.id)

JAKARTA, NTBPOS.com - Peraturan Pemerintah (PP) 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan diperlukan revisi untuk menghasilkan generasi unggul. Pasalnya, PP tersebut belum cukup efektif menurunkan perokok anak. 

Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono, mengatakan tingginya prevalensi perokok pemula akan menghasilkan generasi muda yang tidak unggul.

''Perlu adanya penyempurnaan perlindungan terhadap generasi muda dan anak-anak dari bahaya merokok,'' tegasnya dr. Dante dalam rapat tindak lanjut uji publik perubahan PP 109 tahun 2012 di Jakarta, beberapa hari lalu. 

Baca Juga: Hadirnya BioColomelt-Dx Alat Kesehatan Dalam Negeri, Bukti Indonesia Mandiri.

Berdasarkan estimasi dari Bappenas, peningkatan prevalensi perokok pemula khususnya anak-anak dan usia remaja akan terus mengalami kenaikan apabila tidak ada kebijakan komprehensif untuk menekan angka prevalensi.

Kondisinya saat ini seiringnya perkembangan zaman, penjualan rokok masih terus meningkat. Begitupun dengan jumlah konsumsi rokok, perokok anak, dan kematian akibat merokok juga kian meningkat.

dr. Dante mengungkap, jumlah kematian karena 33 penyakit yang berkaitan dengan perilaku merokok mencapai 230.862 pada tahun 2015, dengan total kerugian makro mencapai Rp. 596,61 triliun.

Baca Juga: Tak Boleh Digunakan, Kadikes Lotim Menjelaskan Beberapa Alat Kesehatan Yang Mengadung Merkuri

Tembakau membunuh 290.000 orang setiap tahunnya di Indonesia dan merupakan penyebab kematian terbesar akibat penyakit tidak menular.

Pada 2013 prevalensi perokok anak mencapai 7,20%, kemudian naik menjadi 8,80% tahun 2016, 9,10% tahun 2018, 10,70% tahun 2019. Jika tidak dikendalikan, prevalensi perokok anak akan meningkat hingga 16% di tahun 2030.

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hamil Usia Dini Rentan Lahirkan Anak Stunting

Rabu, 20 Juli 2022 | 18:40 WIB

Masalah Stunting Menjadi Fokus Global

Kamis, 14 Juli 2022 | 21:11 WIB
X