Ritual Bubur Putiq Suku Sasak, Prosesi Asal Penciptaan Manusia

- Senin, 8 Agustus 2022 | 18:23 WIB
Photo: Prosesi Ritual Bubur Putik di Masjid Bengan, Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur.  (Unrara/ntbpos.com)
Photo: Prosesi Ritual Bubur Putik di Masjid Bengan, Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur. (Unrara/ntbpos.com)

NTBPOS.com - Ritual Bubur Putiq merupakan sebuah prosesi tradisi dalam masyarakat suku sasak di Pulau Lombok. Tradisi ini masih bisa dijumpai hingga sekarang. Salah satunya di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur.

Biasanya, Ritual Bubur Putiq ini dilaksanakan antara tanggal 1 hingga 10 Muharram, dalam kabisat penanggalan Islam. 

Wakil Ketua Lembaga Adat Darmajagat Songak, Rofhil Khaerudin mengatakan, dalam ajaran agama Islam, sepuluh hari bulan Muharam memiliki banyak keutamaan diantaranya berpuasa dan menyantuni anak yatim.

Baca Juga: Embung Bidadari Menurut Tokoh dan Kata Pengunjung

"Dari pandangan budaya, ritual ini dimaknai sebagai pengingat proses penciptaan manusia," terang Murdiyah, saat memberikan penjelasan mengenai ritus tersebut di Masjid Bengan, Senin, 8 Agustus 2022.

Semacam Ritual Bubur Putiq oleh masyarakat Lombok ini, kerap kali mempedomani tuntunan ajaran Islam. Mulai dari nash Al-Quran juga dari kisah perjalanan para Nabi.

Salah satunya Desa Songak, ritual Bubur Putiq ini berdasarkan firman Allah dalam Al-Quran, surat At Thariq. Yang mememrintahkan manusia untuk merenungi asal muasal penciptaan, dari air mani. Bahkan alam ayat itu disebutkan, bahwa manusia diingatkan dia tercipta dari air yang hina.

Baca Juga: Ritual Ngayu-ayu Sembalun, Bupati Lombok Timur Mengaku Tidak Mudah Melestarikan Adat Istiadat

Pertama, Nabi Adam Alaihis Salam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan diterima. Kedua, berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan. Seusai berlayar, Nabi Nuh AS beserta umatnya kehabisan bekal. Mereka menemukan makanan berupa umbi-umbian dan biji-bijian.

Tapi jumlah makanan tersebut tak mencukupi, lantaran banyak umat yang selamat pada saat itu. Oleh karena itu, Nabi membuat bubur agar semua bisa menikmatinya.

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Embung Bidadari Menurut Tokoh dan Kata Pengunjung

Rabu, 3 Agustus 2022 | 12:48 WIB
X