Ampera NTB Prihatin Melihat Kondisi Kehidupan Pria Difabel Asal Banyu Urip Lombok Tengah

- Senin, 28 November 2022 | 08:26 WIB
Kondisi rumah ditempati Mustofa (29) bersama sang ibu Inak Akim (50).   (Photo : Tangkapan layar. )
Kondisi rumah ditempati Mustofa (29) bersama sang ibu Inak Akim (50). (Photo : Tangkapan layar. )

LOMBOK TENGAH, NTBPOS.com - Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Masyarakat (Ampera) NTB, perhatian melihat kondisi pria penyandang difabilitas asal Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ( NTB ). 

Pria penyandang difabilitas ini bernama Mustofa (29), tinggal di rumah menyerupai gubuk dan terbuat dari pagar bambu dengan atap alang-alang tak layak huni. 

Berdasarkan temuan Ampera NTB, Mustofa juga diketahui belum memiliki KTP. Pemerintah desa hingga kecamatan diduga belum pernah melihat kondisi kehidupan Mustofa bersama sang ibu.

Baca Juga: Tim Psikologi TNI AL Beri Trauma Healing Anak-anak Korban Gempa Cianjur

"Kami prihatin. Kami akan audiensi ke pemerintah untuk segera dibantu agar bisa dibangunkan rumah," kata perwakilan Ampera NTB, Kusnadi Unying, dilansir dari detik.com, Senin, 28 November 2022.

Penuturan Mustofa, kondisi rumah yang ditempatinya itu tak jarang atapnya bocor ketika hujan mulai turun. Bangunan berlantai tanah itu, Mustofa tinggal puluhan tahun bersama sang ibu bernama Inak Akim (50). 

"Sudah puluhan tahun lamanya ibu saya hidup menderita dengan rumah tak layak huni," tutur Mustofa

Baca Juga: Gubernur NTB Hadiri Wisuda XXV Program Sarjana IAIH NW Lombok Timur

Rumah peninggalan almarhum ayahnya itu, tak kunjung direnovasi lantaran tidak punya uang dan harus membiayai ekonomi keluarga sejak ditinggal sang ayahnya. 

Mustofa ingin bersekolah, namun harus kandas karena faktor ekonomi juga. "Boro-boro sekolah. Dapat biaya dari mana? Saya tidak sekolah," katanya.

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X