Tim Pansus Temukan Praktek Kotor Oknum Petugas Retribusi PAD Lotim

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:31 WIB
Sekretaris Tim Pansus Lombok Timur, Lalu Hasan Rahman.  (Photo: Unrara)
Sekretaris Tim Pansus Lombok Timur, Lalu Hasan Rahman. (Photo: Unrara)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Tim Pansus Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur (Lotim) berhasil menemukan praktek kotor penarikan retribusi oleh oknum kepercayaan Pemerintah Daerah (Pemda). 

Retribusi ratusan Miliar masuk ke PAD, ternyata yang masuk ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) hanya receh. Diduga sebagian masuk ke kantong oknum petugas retribusi .

Hal itu ketahui oleh Tim Pansus setelah melakukan sidak ke beberapa obyek wisata, daerah perbatasan, Rumah Sakit dan sumber PAD lainnya. 

Baca Juga: Era Kepemimpinan Sukma, Fasilitas dan SDM Kian Memadai, Layanan Kesehatan Makin Berkualitas

“Terus terang potensi PAD kita ratusan miliar, kalau hanya 400 miliar hari ini secara keseluruhan, tidak kreatif Pemda Lotim,“ kata Sekretaris Pansus Lotim, Lalu Hasan Rahman, di ruangannya, Selasa, 4 Oktober 2022.

Dia menyebut, salah satu kawasan wisata yang di dikunjungi tim Pansus yakni kolam renang Joben. Praktek kotor yang dilakukan yakni memanipulasi hasil penjualan karcis maupun parkir. 

Satu karcis yang sudah ditetapkan harganya oleh Pemda Lotim, dijual tiga kali lipat. Praktek kotor lainnya yakni pengunjung dimintai retribusi namun karcis tidak diberikan. 

Baca Juga: Pemda Lombok Timur Akan Lindungi Ribuan PMI Melalui BPJS Ketenagakerjaan

“Tiket harga Rp 3.000 dijual Rp 10.000, ada juga belasan ribu dijualnya. Parkirnya juga sama, jadi masalah,“ cetusnya. 

Selain itu, ungkap Lalu Hasan Rahman, di daerah perbatasan Lotim dengan Lombok Tengah. Petugas semau-maunya mengambil retribusi dari sopir truck membawa material lintas kabupaten

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X