Merasa Terancam, Korban Pengeroyokan di Seriwe Meminta Polisi Segera Menangkap Pelaku

- Rabu, 28 September 2022 | 17:00 WIB
Zainal, Kepala Wilayah Ujung Baru, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, menjadi korban pengeroyokan beberapa waktu lalu. /www.ntbpos.com/ (Dok. Pribadi)
Zainal, Kepala Wilayah Ujung Baru, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, menjadi korban pengeroyokan beberapa waktu lalu. /www.ntbpos.com/ (Dok. Pribadi)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Kasus penganiayaan yang menimpa Kepala Wilayah (Kawil) Ujung Baru, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Zainal (41) hingga saat ini belum ada kejelasan hukum. Padahal korban (Zainal) sudah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian sejak tanggal 20 Juli 2022.

Zainal berharap pelaku segera ditahan karena menurutnya, unsur pidana dalam kasus tersebut sudah jelas. Sampai hari ini, dirinya selaku korban merasa resah dan terancam dengan kelakuan pelaku yang masih satu Dusun dengannya.

“Saya berharap terlapor segera ditahan, karena sampai hari ini laporan saya seperti diulur-ulur tanpa ada kejelasan. Saya merasa dirugikan selaku korban, terlebih lagi kejadian itu membuat psikologis keluarga saya terganggu. Pantas saja pelaku merasa sombong, seolah-olah mereka kebal hukum,“ katanya usai menjalani pemeriksaan di Polres Lombok Timur, Senin, 26 September 2022.

Baca Juga: Modus Ingin Dikenal Kebal, Seorang Pria Asal Seriwe Mengaku Ditebas Begal Tanpa Terluka

Zainal menjelaskan kronologi awal kejadian, bermula saat ada kegiatan nyongkolan di Dusun setempat. Pada saat itu, korban selaku kepala wilayah melarang rombongan grup musik pengiring pengantin untuk masuk ke lokasi acara dengan alasan lorong yang akan dilalui terlalu sempit.

Meski begitu, rombongan pengiring pengantin tersebut memaksa masuk. Pada saat itu terjadi gesekan antar pemuda yang sedang berjoget, melihat kejadian itu, Zainal mencoba melerai dengan mengamankan salah satu warganya karena ia melihat ada yang membawa senjata tajam dan khawatir akan ada penikaman.

“Saat saya berhasil mengamankan salah satu warga, tiba-tiba terlapor atas nama Sawaludin memukul kepala saya dan Tohri menyikut dada. Setelah itu saya melepaskan orang yang saya amankan karena kesadaran saya menurun akibat pukulan yang mengenai kepala dan dada saya,“ tuturnya.

Baca Juga: Terdampar di Seriwe, Pasutri Asal Jerman Ahirnya Berhasil Pulang Ke Negaranya

Lebih lanjut ia menuturkan, dengan kondisi saya lemah saya hendak dibawa pulang namun lagi-lagi Sawaludin mengeluarkan kata-kata kotor, begitu Zainal mau menghampiri Sawaludin, tiba-tiba terlapor ketiga yaitu mantan Kepala Desa Seriwe, Abdul Hamid menerjang bagian kepala korban dan menyebabkan korban pingsan.

Halaman:

Editor: Suandi Yusuf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X