Penemuan Bansos Presiden Terkubur Disoroti DPR RI

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 20:46 WIB
Anggota komisi VIII DPR RI, Luqman Hakim.  (dpr.go.id)
Anggota komisi VIII DPR RI, Luqman Hakim. (dpr.go.id)

JAKARTA, NTBPOS.com - Bantuan Sosial (Bansos) Presiden yang terkubur di lahan kosong berupa beras satu ton ditemukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Depok, Jawa Barat, pada (30/7/22) yang lalu. 

Bansos Presiden ini diperuntukkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 pada tahun 2020 lalau. Namun, pihak JNE telah menguburnya dengan alasan sudah rusak. 

Penemuan Bansos Presiden oleh KPK, akhirnya kena sorotan juga oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Luqman Hakim. 

Baca Juga: Beras Bantuan Sosial Presiden Tahun 2020 Ditemukan Terkubur di Kota Depok

Anggota komisi VIII DPR RI, Luqman Hakim melalui keterangan rilisnya, Kamis, 4 Agustus 2022, meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos) harus buka suara dan menjelaskan soal temuan Bansos Presiden Joko Widodo yang terkubur di lahan kosong di Depok, Jawa Barat. 

Pasalnya, sampai saat ini baru JNE, yang menjelaskan asal usul Bansos yang ditemukan tidak jauh dari gudang perusahaan penyedia jasa pengiriman barang itu.

Menurutnya, permasalah temuan Bansos ininjika dibiarkan berlarut dikhawatirkan menjadi alat propaganda politik oleh pihak-pihak tertentu. 

Baca Juga: Permudah Akses Bantuan Sosial, Pemda Lotim Terus Perbaiki Data Adminduk

“Harus segera dijelaskan secara gamblang, bukan hanya oleh JNE, tetapi juga pemerintah. Jangan sampai masalah ini menjadi bahan ‘gorengan’ pihak-pihak tidak bertanggungjawab dan pada akhirnya merugikan pemerintah dan rakyat," kata Luqman. 

Senada, Anggota Komisi VIII DPR RI MF Nurhuda Yusro mengatakan, pemerintah harus menjelaskan duduk perkara temuan timbunan Bansos Presiden yang diklaim JNE sebagai penanggu jawab distribusi sebagai barang rusak. 

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Sumber: dpr.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X