Tim 7 Pertanyakan Nasib Guru Korban Kredit Fiktif PD BPR NTB

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 14:43 WIB
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Lombok Timur M. Isa Ansyori (Unra/ntbpos.com)
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Lombok Timur M. Isa Ansyori (Unra/ntbpos.com)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Tim 7 pencari fakta kasus penipuan yang dilakukan oleh mantan bendahara UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pringgasela, mempertanyakan nasip sejumlah nasabah sebagai korban kasus kredit fiktif di PD BPR NTB Cabang Aikmel. 

Nasabah tersebut merupakan guru lingkup UPTD Dikbud Pringgasela. Mereka didaftarkan sebagai peminjam oleh oknum yang kini mendekam di balik jeruji setelah diponis bersalah oleh aparat penegak hukum. 

Sebagaimana diketahui, guru-guru ini tidak pernah melakukan peminjaman. Namun, nama mereka tiba-tiba terdaftar sebagai nasabah PD BPR Cabang Aikmel. 

Baca Juga: Kejari Lotim Tetapkan 2 Tersangka Kasus Kredit Fiktif PD BPR Aikmel

Skretaris tim 7 pencari fakta, H. Zulkarnaen mengatakakan, sebanyak 22 guru yang di rugikan baik secara material maupun secara moril oleh Oknum dan PD BPR NTB Cabang Aikmel. 

"Mereka terpaksa menanggung malu dilingkungan keluraga maupun sekolah," ungkap H. zulkarnaen, Kamis, 4 Agustus 2022.

Sebab itu dia meminta, PD BPR maupun Kejaksaan Negeri Selong untuk mengembalikan nama baik 22 guru tersebut. 

Baca Juga: Usai Kredit Fiktif Bank BPR, Kini Puluhan Guru Kembali Ditagih Koperasi

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Lombok Timur M. Isa Ansyori, dimintai keterangan mengatakan, mekanisme penghapusan segala hutang piutang itu kewenangan PD BPR NTB Cabang Aikmel. 

"Karena ini merupakan masalah internal mereka (PD BPR NTB)," katanya. 

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X